Call Center 24 Jam

(+62) - 859 - 4579 - 4545

Kebijakan Pajak UMKM Berdampak bagi Perempuan, Ini Alasannya !

HOME > SINGLE BLOG

Kebijakan Pajak UMKM Berdampak bagi Perempuan, Ini Alasannya !

-Kebijakan pajak yang diberlakukan untuk pelaku UMKM turut berdampak bagi perempuan. Topik tersebut menjadi salah satu bahasan media nasional pada hari ini. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak mengatakan sebanyak lebih dari 50% kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dijalankan perempuan.
Mayoritas karyawannya juga perempuan. “Dengan demikian, kebijakan yang mendukung UMKM memiliki dampak positif baik langsung maupun tidak langsung terhadap perempuan,”ujarnya.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak mengatakan Indonesia akan melakukan analisis atas bias implisit pada sistem perpajakan yang berlaku di Indonesia saat ini. “Kita berencana melakukan analisis atas bias implisit yang terdapat dalam sistem pajak kita saat ini,” ujar Yon. Adapun bias implisit berpotensi muncul bila sistem pajak berinteraksi dengan perbedaan sifat penghasilan, perbedaan preferensi konsumsi, dan perbedaan kekayaan yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Meski ketentuan pajak yang berlaku tampak netral dan tidak secara eksplisit memberikan perlakuan diskriminatif terhadap perempuan, bias implisit berpotensi muncul akibat interaksi antara sistem pajak dan perbedaan faktor sosioekonomi antara laki-laki dan perempuan. Indonesia menerapkan pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif 0,5% terhadap omzet. Mekanisme ini lebih sederhana dibandingkan dengan ketentuan umum. Selain itu, pascaterbitnya UU HPP, ada skema omzet tidak kena pajak. Terkait dengan UMKM, sambung Yon, Indonesia juga memberikan pembiayaan ultramikro yang mayoritas dinikmati perempuan. Hingga akhir tahun lalu, pembiayaan telah disalurkan kepada 5,38 juta usaha mikro dengan 95% di antaranya adalah perempuan. Selain mengenai kebijakan pajak untuk UMKM yang berdampak terhadap perempuan, ada pula bahasan terkait dengan rencana pengenaan skema pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) final mulai 1 April 2022.

Untuk Laporan Perpajakan dan Keuangan anda hanya melalui Hive Five.

SHARE THIS

Konsultasikan Kebutuhan Anda

Mulai perjalanan kesuksesan bisnis Anda sekarang! Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Hive Five.